Handymancontractoraugusta.com – Di banyak wilayah, pemadaman listrik bergilir masih terus kejadian gara-gara banjir bandang sama longsor yang nyerang 18 kabupaten dan kota. Dampaknya, sistem listrik di banyak titik langsung KO, nggak berdaya. Yang biasanya rumah terang benderang, sekarang malah gelap gulita. Listrik yang jadi nyawa sehari-hari mendadak ngilang, bikin aktivitas warga jadi serba ribet.
Read More : Festival Seni Lokal Di Banda Aceh Tampil Di Lapangan Merdeka Akhir Pekan Ini
Mau ngapa-ngapain terbatas, malam kerasa makin panjang, dan orang-orang cuma bisa bertahan sambil nunggu keadaan balik normal. Malam terasa lebih panjang, siang pun tak sepenuhnya terang tanpa daya listrik yang stabil.
Keluhan Warga Banda Aceh yang Hidup dalam Gelap
Di Banda Aceh, pemadaman listrik masih dirasakan warga di sejumlah kawasan. Mey, warga yang tinggal di daerah Surin sama Lampaseh, bilang kalau listrik di lingkungannya belum nyala-nyala juga. Katanya, kondisi kayak gini udah kejadian beberapa hari dan sampai sekarang belum ada kejelasan kapan listrik bakal normal lagi. Tiap malam yang kedengeran cuma bunyi genset sama cahaya lilin di mana-mana, rasanya kayak kota ini lagi dipaksa nostalgia, balik hidup ala zaman dulu.
Bagi warga lain seperti Ayu, rasa lelah sudah berubah jadi pasrah. Ia mengaku harus memindahkan aktivitasnya ke tempat kerja saat listrik padam. Rumah tanpa listrik berarti air pun ikut hilang karena pompa tak bisa digunakan. Untuk mandi dan mencuci, Ayu terpaksa menimba air manual. Rutinitas sederhana kini terasa berat, seperti mendaki bukit kecil setiap hari tanpa henti.
Dampak Pemadaman Listrik terhadap Aktivitas Sehari-hari
Pemadaman listrik di Aceh bukan cuma soal lampu yang mati. Banyak usaha kecil terpaksa berhenti beroperasi, kulkas tak bisa menyimpan bahan makanan, dan anak-anak kesulitan belajar saat malam tiba. Ponsel harus dihemat dayanya, sinyal internet tak stabil, dan komunikasi ikut tersendat. Dalam sunyi gelap itu, warga hanya bisa menunggu sambil berharap keadaan segera membaik.
Penjelasan PLN Soal Penyebab Pemadaman Listrik Aceh
Manajer Komunikasi PLN UID Aceh, Lukman Hakim, menjelaskan bahwa pemadaman listrik bergilir masih harus dilakukan hingga pembangunan tower emergensi BrandanโLangsa selesai. Tower ini menjadi kunci penting untuk memulihkan interkoneksi sistem kelistrikan Aceh. Setelah interkoneksi normal, PLN baru bisa melakukan start-up kembali PLTU Nagan 3 dan 4 yang menjadi salah satu tulang punggung pasokan listrik di wilayah tersebut.
Ia menegaskan bahwa kondisi di lapangan sangat berat. Medan yang sulit akibat longsor, cuaca yang belum sepenuhnya bersahabat, serta risiko keselamatan menjadi tantangan besar bagi para petugas.
Baca juga: Pasca Banjir Aceh, Pertamina Catat Lonjakan Drastis Konsumsi Avtur di Bandara SIM
Apresiasi untuk Petugas dan Harapan Pemulihan
Lukman juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh petugas PLN yang terus bekerja tanpa lelah. Siang dan malam mereka berjibaku dengan lumpur, hujan, dan reruntuhan demi satu tujuan, menghidupkan kembali listrik Aceh. Ia meminta doa dari masyarakat agar proses pemulihan berjalan lancar dan para petugas tetap dalam kondisi aman dan sehat.
Untuk kepastian waktu, PLN belum bisa memberikan tanggal pasti kapan listrik kembali normal sepenuhnya. Namun sesuai arahan Presiden Prabowo, pemulihan kelistrikan Aceh ditargetkan bisa kembali pulih dalam minggu ini. Harapan itu kini menggantung di udara, seperti lampu yang siap menyala kembali setelah lama padam.