Handymancontractoraugusta.com – Aceh beberapa hari terakhir di guyur hujan deras yang menyebabkan banjir di berbagai wilayah. Dampak paling terasa adalah terganggunya jalur transportasi utama, termasuk jalan nasional Banda Aceh-Medan. Perjalanan darat yang biasanya lancar kini hanya bisa sampai ke Bireuen, memaksa warga dan kendaraan logistik mencari alternatif atau bahkan menunda perjalanan.
Read More : Pasar Tradisional Banda Aceh Terapkan Sistem Digitalisasi Penjualan
Kondisi ini menimbulkan kesulitan bagi masyarakat dan petugas darurat yang hendak menyalurkan bantuan ke daerah terdampak.
Dampak Banjir pada Jalur Transportasi
Seorang warga yang tengah melakukan perjalanan, Habil, menceritakan pengalamannya. Akses jalan dari Banda Aceh ke pantai timur mulai terganggu saat tiba di Pidie Jaya, di mana sebuah jembatan di kawasan Meureudu putus total. Ia harus mencari jalur alternatif melalui perkampungan lokal agar bisa kembali ke jalan nasional.
Namun, perjalanan Habil akhirnya terhenti di Kutablang, Bireuen. “Di Kutablang jembatan putus. Kami sempat cari jalur alternatif, tapi menurut warga tidak ada akses sama sekali karena ada empat jembatan yang putus,” jelas Habil, Jumat (28/11/2025). Akibatnya, ia memilih kembali ke Banda Aceh karena tidak dapat melanjutkan perjalanan ke arah Lhokseumawe.
Gangguan Jaringan Komunikasi
Banjir juga berdampak pada layanan komunikasi. Menurut Habil, jaringan internet masih tersedia hingga Pidie Jaya, namun di Bireuen sinyal internet maupun telepon biasa tidak ada sama sekali. Hal ini mempersulit koordinasi dan pelaporan kondisi darurat bagi warga yang terdampak di wilayah terdampak banjir.
Ketiadaan sinyal juga berdampak pada koordinasi tim penyelamat dan bantuan logistik. Banyak warga yang harus menempuh perjalanan jauh untuk mencari titik dengan sinyal agar bisa mengakses informasi. Kondisi ini menegaskan pentingnya persiapan komunikasi darurat, seperti radio atau layanan satelit, di wilayah rawan bencana.
Baca juga: Breaking! Investasi Baru Pabrik Sawit Di Aceh Singkil Diharapkan Serap Ribuan Tenaga Kerja Lokal!
Korban dan Daerah Terdampak
Hingga kini, sejumlah daerah masih terendam banjir. Berdasarkan data sementara, korban akibat bencana banjir dan longsor mencapai 33 orang meninggal, sementara belasan lainnya masih dalam pencarian. Korban tersebar di beberapa kabupaten seperti Aceh Utara, Bener Meriah, Aceh Tengah, Gayo Lues, dan Aceh Tenggara. Wilayah Gayo tercatat mengalami korban terbanyak.
Bencana ini menegaskan pentingnya kewaspadaan bagi warga yang melakukan perjalanan di jalur nasional Banda Aceh-Medan. Selain itu, akses cepat dan bantuan logistik menjadi prioritas utama bagi pemerintah daerah untuk membantu masyarakat terdampak.