LPG

Jalur Darat Lumpuh, Pertamina Kirim 990 Metrik Ton LPG ke Banda Aceh Lewat Laut

Handymancontractoraugusta.com – PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara mengambil langkah cepat dan taktis demi menjaga pasokan energi di Aceh. Ketika jalur darat lumpuh diterjang banjir bandang dan tanah longsor pada akhir November 2025, jalur laut pun jadi penyelamat. Dengan kondisi jalan yang belum sepenuhnya pulih, distribusi LPG tak bisa menunggu. Dapur masyarakat harus tetap mengepul, rumah sakit harus tetap hidup, dan roda aktivitas tidak boleh berhenti.

Read More : Koneksi Internet Di Banda Aceh Timur Dipercepat Untuk Dukung Start-up Lokal

990 Metrik Ton LPG Dikirim dari Lhokseumawe

Langkah nyatanya kelihatan banget lewat pengiriman 990 metrik ton LPG ke Banda Aceh. Gas ini dikirim pakai kapal Ro-Ro dari Lhokseumawe. Ini jadi bukti kalau meski situasinya serba terbatas, jalan keluar tetap ada, asal mau mikir dan gerak.

Area Manager Communication dan CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, menegaskan bahwa pengiriman via laut dilakukan agar stok LPG tetap aman dan tidak menimbulkan kepanikan di masyarakat. Jalur laut dipilih karena dinilai paling memungkinkan saat ini, meski prosesnya jelas tak semudah jalur darat biasa.

Tantangan Distribusi BBM di Aceh Tamiang

Tak hanya LPG, distribusi BBM juga menghadapi tantangan serius, terutama di Aceh Tamiang. Akses terbatas dan listrik yang belum pulih membuat dua SPBU terpaksa beroperasi menggunakan genset. Dalam kondisi serba darurat, Pertamina menyalurkan BBM menggunakan drum dan sistem sedot manual. Kedengarannya klasik, tapi di situ justru terlihat daya juang dan kreativitas agar masyarakat tetap terlayani.

Imbauan Agar Masyarakat Tetap Bijak

Pertamina juga mengimbau masyarakat untuk membeli BBM secara bijak, sesuai kebutuhan. Mengatur waktu pengisian jadi penting agar tidak terjadi antrean panjang di SPBU. Di tengah situasi yang belum sepenuhnya normal, kesadaran bersama jadi kunci supaya semua kebagian.

Pemulihan Bertahap Fokus Layanan Publik

Pemulihan aliran listriknya dilakuin pelan-pelan sambil ngerangkul banyak pihak. Prioritasnya jelas, layanan publik duluan kayak rumah sakit, fasilitas umum, plus biar penyaluran bantuan kemanusiaan tetap lancar tanpa hambatan. Aceh sendiri menjadi salah satu wilayah Sumatera yang paling terpukul akibat bencana 26 November 2025, dengan ratusan korban jiwa dan puluhan jembatan rusak berat.

Baca juga: Bangga! Armia Pahmi Ungkap Dampak Positif Kejurprov Balap Motor Pada Geliat Ekonomi Rakyat!

Infrastruktur Rusak, Jalur Logistik Terhambat

Puluhan jembatan penghubung antarkota dan kabupaten dilaporkan rusak, bahkan 18 jembatan nasional putus total. Kondisi ini membuat pemulihan distribusi energi menjadi pekerjaan ekstra. Pemerintah bersama Kementerian Pekerjaan Umum bergerak cepat memasang jembatan Bailey dan melakukan penanganan longsor di berbagai titik.

Lintas tengah Aceh menjadi kawasan paling terdampak, namun perbaikan terus dikebut hingga akhir Desember 2025. Di tengah lumpur, puing, dan jalan terputus, pasokan energi tetap diupayakan mengalir. Karena bagi Pertamina, energi bukan sekadar komoditas, tapi napas kehidupan yang tak boleh terhenti.