Pemerintah Aceh

Dampak Bencana Meluas, Pemerintah Aceh Perpanjang Status Darurat sampai 25 Desember!

Handymancontractoraugusta.com – Pemerintah Aceh kembali menetapkan masa tanggap darurat bencana hidrometeorologi karena kondisi di sejumlah wilayah masih jauh dari kata pulih. Kerusakan infrastruktur, banjir yang belum sepenuhnya surut, hingga kebutuhan warga yang terus meningkat membuat penanganan lanjutan harus di lakukan dengan lebih serius. Keputusan ini di umumkan langsung oleh Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, pada Rabu (10/12/2025).

Read More : Panen Lobster 2 Ton, Nelayan Banda Aceh Siap Ekspor ke Jakarta & Bali!

Masa Tanggap Darurat Diperpanjang 14 Hari

Perpanjangan masa tanggap darurat ditetapkan selama 14 hari, dimulai pada 12 hingga 25 Desember 2025. Gubernur menjelaskan bahwa langkah ini diambil karena situasi di lapangan masih memerlukan koordinasi lintas sektor. Evakuasi warga, penyaluran logistik, hingga perbaikan berbagai fasilitas publik terus berjalan dan belum bisa dihentikan begitu saja.

Menurut Muzakir Manaf, penanganan terpadu sangat dibutuhkan agar semua kegiatan di lapangan tetap terarah. Mulai dari jalan, jembatan, fasilitas kesehatan, pendidikan, hingga tempat ibadah masih mengalami kerusakan yang harus segera ditangani.

Fokus Pemerintah, Respons Cepat dan Terkoordinasi

Gubernur menegaskan bahwa seluruh perangkat pemerintah diminta untuk tetap siaga. Tujuannya agar proses penanganan dampak bencana berjalan lancar dan masyarakat yang terdampak bisa mendapatkan bantuan tepat waktu. Pemerintah ingin memastikan semua instansi bergerak dengan ritme yang sama sehingga tidak ada wilayah yang tertinggal.

Dalam keterangannya, ia menyebut bahwa keputusan ini penting untuk menjaga stabilitas situasi. Selama masa tanggap darurat, semua aktivitas penanganan dilakukan dengan dukungan penuh dari berbagai sektor.

Baca juga: Warga Kecam! Bgn Kecam Keras Wabup Pidie Jaya Akibat Dugaan Aniaya Kepala Sppg!

Durasi Masih Bisa Berubah

Meskipun sudah ditetapkan selama 14 hari, masa tanggap darurat ini belum bersifat final. Pemerintah Aceh tetap membuka ruang untuk melakukan penyesuaian. Jika kondisi membaik lebih cepat, durasi bisa saja diperpendek. Namun jika bencana masih menimbulkan risiko, masa tanggap darurat dapat kembali diperpanjang.

Muzakir menegaskan bahwa evaluasi akan dilakukan setiap hari untuk melihat perkembangan terbaru. Pemerintah ingin memastikan setiap keputusan yang diambil sesuai kebutuhan di lapangan dan benar-benar berpihak kepada keselamatan warga.

Perpanjangan status tanggap darurat ini menjadi langkah penting agar proses pemulihan berjalan lebih terarah. Dengan koordinasi intensif dan evaluasi berkelanjutan, pemerintah berharap kondisi Aceh bisa kembali stabil dalam waktu dekat.