Handymancontractoraugusta.com – Beberapa hari terakhir, masyarakat Aceh di kejutkan dengan kelangkaan telur dan cabai merah yang harganya melonjak. Kondisi ini terjadi akibat terputusnya jalur transportasi darat dari Sumatera Utara ke Banda Aceh.
Read More : Hutan Aceh Yang Nyaris Hilang Kini Jadi Agenda Ekonomi Berbasis Kelestarian
Banyak jembatan yang rusak karena banjir dan longsor, membuat distribusi kebutuhan pokok terganggu. Akibatnya, harga sembako melambung tinggi, sementara warga kesulitan memenuhi kebutuhan harian mereka.
Ketersediaan Telur Semakin Sulit
Pantauan detikSumut di Banda Aceh dan Aceh Besar pada Jumat (28/11/2025) menunjukkan sebagian penjual telur memilih tidak membuka dagangan karena persediaan terbatas. Jika ada yang buka, biasanya hanya menyediakan barang lain.
Beberapa warga mengaku sempat membeli telur pada Kamis (27/11) malam dengan harga berkisar Rp 65 ribu hingga Rp 70 ribu per papan. Namun, hari ini telur hampir tidak ditemukan di pasar.
“Tadi saya ke beberapa pasar tidak menemukan telur. Cuma dapat di kios kecil hanya beberapa butir,” kata Zuhri, warga Aceh Besar. Kondisi ini membuat banyak keluarga harus mencari alternatif lauk atau menyesuaikan menu harian mereka.
Harga Sembako Lain Naik Drastis
Selain telur, harga beberapa kebutuhan pokok lain juga melonjak tajam. Di Pasar Almahirah, Banda Aceh, Nurus mengaku terkejut melihat harga cabai dan bawang.
“Cabai merah Rp 250 ribu/kilogram, bawang bombai Rp 40 ribu/kilogram dan bawang merah Rp 50 ribu/kilogram,” ujar Nurus. Lonjakan harga cabai merah terutama terjadi karena pedagang kesulitan mendapatkan pasokan dari Sumatera Utara maupun Aceh Tengah. Stok cabai di sejumlah pasar mulai menipis, sehingga harga terus naik.
Baca juga: Info Bola! Stadion Harapan Bangsa Banda Aceh Gelar Laga Uji Coba Timnas U-17!
Isolasi Wilayah dan Dampaknya
Wilayah Aceh Tengah saat ini terisolir karena seluruh akses terputus. Pengiriman barang dari Sumatera Utara ke Tanah Rencong juga terhambat karena banyak titik jalan nasional mengalami kerusakan. Kondisi ini di perkirakan akan terus memengaruhi pasokan kebutuhan pokok hingga jalur transportasi diperbaiki.
Masyarakat di himbau untuk bersabar dan mencari alternatif pasokan lokal. Sementara itu, pemerintah daerah tengah berupaya mengirim bantuan logistik melalui jalur alternatif agar harga sembako dapat stabil kembali.