Handymancontractoraugusta.com – Pemulihan listrik di Aceh masih berjalan pelan tapi pasti. Hingga saat ini, PLN belum bisa memastikan kapan jaringan listrik di seluruh wilayah Aceh benar-benar kembali normal. Pasalnya, bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda 18 kabupaten dan kota pada akhir November 2025 lalu meninggalkan luka serius pada infrastruktur kelistrikan.
Read More : Bank Aceh Syariah Diprediksi Jadi Bank Devisa, Potensi Ekonomi Meningkat
Beberapa tower transmisi roboh, terseret arus, bahkan lenyap ditelan lumpur, membuat sistem kelistrikan Aceh pincang dan harus ditangani dengan langkah darurat.
Tower PLN Tersapu Banjir Jadi Kendala Utama
PLN sebenarnya sudah bergerak cepat sejak awal bencana. Pembangunan tower darurat atau tower emergensi langsung dikebut di sejumlah titik krusial. Namun, masalah terbesar saat ini masih berkutat di jaringan Langsa hingga Pangkalan Brandan. Jalur ini bukan sekadar kabel biasa, tapi urat nadi interkoneksi listrik antara Aceh dan Sumatera Utara. Tanpa jalur ini, sistem kelistrikan Aceh seperti berjalan pincang, terengah-engah menunggu pasokan stabil.
Baca juga: Jaga Stabilitas Harga, Pemkot Banda Aceh Gelar Gerakan Pangan Murah
Target Pemulihan Sesuai Arahan Presiden
Manajer Komunikasi PLN UID Aceh, Lukman Hakim, menyampaikan bahwa pihaknya belum berani memastikan waktu pemulihan secara detail. Meski begitu, sesuai arahan Presiden Prabowo, PLN menargetkan kelistrikan Aceh bisa kembali pulih dalam pekan ini. Target itu bukan janji kosong, melainkan upaya maksimal di tengah medan yang tak ramah dan cuaca yang sering berubah tanpa aba-aba.
Tantangan Medan Ekstrem dan Cuaca Buruk
Pengerjaan tower emergensi di ruas Pangkalan Brandan hingga Langsa kini sudah masuk tahap penarikan kabel. Namun, medan di lokasi terbilang ekstrem. Hujan lebat yang mengguyur kawasan tersebut beberapa waktu lalu membuat tanah berubah menjadi lumpur tebal. Alat berat sulit bergerak, tenaga lapangan harus ekstra hati-hati, dan setiap langkah terasa seperti melawan alam yang sedang murka.
Pemulihan Jaringan Distribusi Hampir Rampung
Di luar persoalan tower darurat, pekerjaan jaringan distribusi di wilayah terdampak bencana sebenarnya sudah mencapai sekitar 90 persen. Ini kabar baik, tapi belum cukup. Tower emergensi tetap menjadi kunci utama. Tanpa tower ini, pemulihan sistem kelistrikan secara menyeluruh masih akan tersendat, seperti mesin besar yang kehilangan satu baut penting.
Peran Penting PLTU Nagan Raya
Jika interkoneksi AcehโSumatera Utara berhasil dipulihkan, maka PLTU Nagan Raya bisa kembali dioperasikan secara optimal. Listrik dari pembangkit ini nantinya akan mengalir ke 23 gardu induk di seluruh Aceh, mencakup 558 penyulang dan sekitar 15 ribu gardu distribusi. Artinya, nyala lampu di rumah warga, sekolah, rumah sakit, hingga pusat ekonomi sangat bergantung pada rampungnya tower darurat tersebut.
Menunggu dengan Harap dan Sabar
Untuk saat ini, PLN masih menunggu penyelesaian tower emergensi di ruas Pangkalan Brandan hingga Langsa. Di balik deru mesin dan lumpur yang menempel di sepatu para petugas, ada harapan besar agar listrik Aceh segera pulih. Masyarakat pun diminta bersabar, karena di tengah kondisi sulit ini, setiap kabel yang terpasang adalah langkah kecil menuju terang yang dinanti.