handymancontractoraugusta.com – Dunia digital itu ibarat hutan rimba. Kalau kita nggak isi dengan konten yang bermanfaat, ya tempat itu bakal diisi sama konten yang receh, nggak jelas, atau malah ngerusak mental. Makanya, Ketua DPRK Banda Aceh, Irwansyah ST, punya misi besar buat anak muda zaman now: jadilah kreator, jangan cuma jadi tukang scrolling doang!
Read More : Sektor Pariwisata Banda Aceh Didorong Untuk Bangkit Pasca Pandemi Lemah
Belum lama ini, tepatnya Rabu (15/7/2026), Irwansyah turun tangan langsung jadi pemateri di acara “Pelatihan Dakwah Digital Melalui Konten Kreatif” yang diadain sama Dinas Syariat Islam (DSI) Kota Banda Aceh di Hotel Amel Convention Hall. Pesertanya? 100 anak muda keren dari perwakilan remaja masjid se-Kota Banda Aceh.
Media Sosial, Medan Perang Ide yang Harus Dimenangkan
Bagi Irwansyah, media sosial itu bukan cuma buat pamer gaya hidup atau selfie doang. Lebih dari itu, medsos sekarang udah jadi arena pertarungan ide, informasi, dan nilai moral. Irwansyah ngingetin banget kalau anak muda jangan cuma jadi penonton pas ruang digital kita mulai dibanjiri konten yang bikin rusak moral atau nggak ada nilai edukasinya sama sekali.
“Kalau kita diem-diem bae, ruang digital kita bakal terus-terusan sesak sama konten sampah. Kita harus berani tampil, berjuang di dunia digital. Jangan cuma jadi penonton, tapi jadilah penggerak!” tegas Irwansyah di depan peserta.
Dakwah Nggak Harus Selalu di Mimbar
Nah, ini nih poin yang sering disalahpahami. Banyak yang mikir kalau dakwah itu harus pakai baju koko, pegang mik, terus berdiri di atas mimbar. Padahal, di era digital ini, cara dakwah udah jauh lebih asik dan variatif! Menurut Irwansyah, bikin konten kreatif itu juga bentuk dakwah yang powerful. Bisa lewat:
- Video pendek (Reels/TikTok): Bahas isu keseharian dari sudut pandang Islam yang santai.
- Desain grafis/Poster: Bikin quote inspiratif yang aesthetic biar orang betah baca.
- Tulisan/Artikel: Berbagi cerita kebaikan atau pengalaman hijrah yang ngena di hati.
- Akhlak di Medsos: Menebar komen yang sopan dan nggak toxic pun udah termasuk dakwah, lho!
Jadi, buat Anda yang punya skill edit video atau jago nulis, manfaatin skill itu buat syiar. Bahasa dakwah yang dipakai nggak harus kaku, justru harus yang “gue banget” supaya makin gampang diterima sama teman-teman seusia.
Langkah Strategis Dinas Syariat Islam Banda Aceh
Biar nggak cuma modal semangat, DSI Kota Banda Aceh pun serius ngebekali para remaja masjid ini. Kepala DSI Banda Aceh, Alimsyah, pengen banget lewat pelatihan ini, lahir kreator-kreator konten dakwah yang nggak cuma jago desain, tapi juga paham literasi digital dan tanggung jawab etika berinternet. Nggak tanggung-tanggung, panitia ngundang mentor-mentor yang jago di bidangnya:
- Ustaz H. Surianto Sudirman, Lc., MA: Kupas tuntas urgensi dakwah digital.
- Irwansyah ST: Bedah rahasia literasi digital dan cara bangun personal branding yang positif.
- Muhammad Al Munawwir (Awien Syu’ib): Kasih tutorial praktik bikin konten kreatif yang bakal bikin engagement naik drastis.
Saatnya Anak Muda Banda Aceh Unjuk Gigi!
Harapan ke depannya, pelatihan ini bukan cuma jadi seremoni belaka, tapi beneran jadi wadah buat bangun jejaring dakwah antarremaja masjid. Alimsyah juga ngasih apresiasi gede buat Irwansyah yang udah totalitas mengadvokasi kegiatan ini biar terlaksana dengan sukses.
Jadi, buat Anda anak muda Banda Aceh, udah saatnya kita upgrade diri. Jangan biarkan feed Instagram atau TikTok kita cuma isinya flexing yang nggak jelas. Yuk, kita mulai dari hal kecil: bikin konten yang ngajak orang buat jadi lebih baik. Ingat, satu share konten positif dari Anda, bisa jadi jariyah yang terus mengalir pahalanya.
Siap jadi kreator dakwah masa depan? Yuk, mulai sekarang! Jangan lupa, gunakan tagar-tagar positif biar konten Anda makin gampang ditemukan banyak orang. Let’s make the internet a better place!